Tampilkan postingan dengan label teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2008

Antena

Bagi sebagian sopir angkot di tangerang, antena berfungsi sebagai pemanis mobil yang dibawanya. Meski dipasang tanpa kabel, namun sang sopir akan puas bila tampilan si Larsen PO150 lokal yang dipasang diatas mobilnya sudah bertengger dan bergoyang kena angin. Berbeda dengan ukuran kepuasan dari si sopir angkot yang hanya keindahan, bagi seorang amatir radio, ukuran kepuasan tentu bukan hanya seperti itu. Secara umum, performance si antena diukur dari bagaimana dia dapat me receive dan mentransmisikan RF dari atau ke stasiun lawan dengan optimal.

Mobile Antenna
Secara teknis, salah satu ukuran kehebatan suatu antena adalah dari dB gain si antena. Biasanya, dB gain semakin besar akan memiliki panjang fisik yang semakin panjang. Hal ini akibat multiplikasi lambda yang lebih banyak. Biasanya, antena kan menggunakan kelipatan bilangan ganjil dari ¼ lambda. Dengan kata lain, semakin besar angka perkalian ¼ lambda nya identik dengan semakin besarnya dB. Akan tetapi juga jangan lupa, bahwa antena yang panjang dan kaku seperti punya YD1WRS dan YC1TRY kalau keasyikan ngobrol, bisa bisa pulang membawa layangan atau buah-buahan nyangkut.. heeee

Base Antenna ~ Omni
Diamond F23H untuk antena monoband omni VHF bisa dijadikan andalan dengan gain 7,8. Dengan panjang 3 x 5/8 lambda atau setara dengan 5,2 meter, antena ini dapat menghandle 350 watt input. Untuk kategori dual band, X700H masih menjadi andalan Diamond dengan gain 9,3 pada VHF dan 13 pada UHF. Panjang antena ini 7,2 meter atau 4 x 5/8 lambda pada VHF dan 11 x 5/8 lambda. Pesaing dari Hustler yang terkenal adalah G7 yang memiliki dB gain 7. Jenis ini meng claim dapat menghandle power 600 Watt.
Pernah mendengar mengenai EH Antenna yang ditemukan OM
Stefano Galastri IK5IIR dari italy? beberapa file berikut dapat dinikmati bagi yang mau experimen EH Antena : How To Build Your EH Antenna Release II April 2002, EH Antenna Design, An Introduction to EH Antennas, A Country Boy Explanation of The EH Antenna


Base Antenna ~ Directional
Minimal ada dua alasan penting yang biasanya dilihat saat memutuskan memilih menggunakan antena pengarah. Yang pertama adalah dB gain yang besar, dan yang kedua adalah kemampuan mem-filter hanya menerima dan megirim RF dari dan ke arah depan. Fokus pada arah depan ini didapat dari penerapan director dan reflector. Antena dengan jenis ini memiliki beban axial yang lebih berat dibanding jenis vertikal / omni karena adanya array boom nya. Selain itu, beban akibat hembusan angin juga cukup besar diterimanya tergantung dari wind surface area nya.

Katalog antenna Diamond dapat dilihat disini

Dengan menggunakan jumper antar antena serta memanfaatkan power divider, antena jenis ini dadapat disusun lebih satu array dengan posisi paralel. Ada beberapa tipe pengarah, akan tetapai yang terkenal adalah varian Yagi dan Multi Beam. Bilamana membutuhkan perubahan arah dari antena, dibutuhkan satu set komponen tambahan yang disebut rotator.
Mau membuat antena Yagi sendiri ? Kita bisa belajar dari file terbitan ORARI yang disusun oleh OM Sunarto YB0USJ (SK) yang bisa didownload disini

Rotator
Pada antena pengarah, bila mengharapkan perubahan arah pancaran tentu saja membutuhkan alat pemutar antena yang disebut rotator. Sebuah rotator terdiri dari motor pemutar yang ada di atas dan sebuah remote controller yang diletakkan di ruang operator. Merek yang banyak digunakan adalah KENPRO yang kemudian diakuisisi Yaesu. Merk Daiwa, Create maupun Kopex juga bisa dijadikan pertimbangan. Untuk Yaesu, ada beberapa pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan, dari G-250 sampai dengan G-2800DXA. Semakin besar angka pada type rotator tersebut, semakin besar kekuatan untuk memutar beban sistem antena dan ketahan an terhadap tiupan angin. Untuk type dan spesifikasi lebih lengkapnya, bisa lihat brosur dibawah ini ( klik pada gambar untuk memperbesar )



Antena Tuner
Bila antena kita tidak match, atau suatu saat kita akan QSY ke lain frequency diluar freq dimana antena kita sudah di-tune, bolehlah untuk mempertimbangkan antena tuner. Pada beberapa HF transceicer, ada yang sudah built in, diantaranya Kenwood TS-440S. Akan tetapi, perlu juga diperhatikan bahwa penggunaan tuner ini akan menimbulkan kerugian power akibat losses yang terjadi. Dengan memanfaatkan perubahan nilai impedance akibat perubahan nilai kapasitor variabel, diharapkan nilai impendance sistem antena akan tetap terjaga di 50 ohm sehingga nilai SWR nya bisa dijaga tetap rendah. Saat pemilihan antena tuner, harap diperhatikan kapasitas power yang bisa dihandle, serta pada frequency berapa tuner ini bisa digunakan. Salah satu pilihan merek adalah Daiwa. Pada VHF, salah satunya adalah type CNW-919 yang memiliki 2 range pilihan, 20 Watt dan 200 Watt selectable. Terdapat 2 buah knob yang bisa diputar untuk TR-Matching dan Antena Matching.



Pada sisi belakang, terdapat 2 buah selektor switch untuk memilih bypass atau menggunakan tuner, sedangkan selektor yang lain untuk memilih antena mana yang akan dipilih, omni atau pengarah.



Link antena
Bilamana tidak suka bereksperimen antena, beberapa pabrikan terkenal didunia seperti Diamond, Larsen, Hustler, Cushcraft sudah menyediakan, baik antena mobil, Omni untuk base station maupun directional sudah menyediakan untuk kita beli. Pilihan lain adalah memesan dari tukang experimen lokal yang tidak kalah canggih seperti Cak Nur YC1DYU yang dari bekasi, atau pakar antena lainnya. Untuk konsultasi, YB0KO OM Bam sangat terkenal dengan pengetahuan antenanya yang jempolan.

Homepage antena Diamond dapat dilihat disini
Homepage antena Larsen dapat dilihat disini
Homepage antena Hustler dapat dilihat disini
Homepage antena Cushtcraft dapat dilihat disini
Homepage antena Comet dapat dilihat disini

Sedangkan review antena yang cukup terkenal dapat dilihat disini
atau disini untuk melihat ringkasan antena dikala mau memilih antena pabrikan

Antena handbook
Banyak hal yang harus dipelajari untuk benar-benar mengerti jenis-jenis antena, pola radiasi, perhitungan db gain dan SWR, serta tips dan trick sekitar antena. Selain Kraus Antennas yang terkenal dan bisa di download disini, kita bisa pelajari di The ARRL Antenna Handbook yang bisa di download dari internet. Untuk versi antena yang bagian dari ARRL handbook dapat didownload disini. Untuk versi lengkapnya, kalau terasa berat untuk download karena filenya segede 330 MB ini, silahkan hubungi saya dan bawa USB ke lokal tangerang di jln Prambanan no 102 Tangerang setiap malam sabtu.


Ada file lain yang juga disusun oleh YB0USJ (SK) yang dijadikan paket latih diri amatir radio dibidang antena yang bisa didownload disini


Note :
Postingan ini sebetulnya belum selesai, tapi berhubung sudah terlalu malam dan cape ya udah, di post dulu deh, gampang ntar edit belakangan

Belum sempet nulis
Software MMANA
Antena omni vs directional
dB vs dBi
Tag : ORARI, Amateur Radio, Antenna Radio Amatir, Indonesia, Banten, Tangerang, Komunikasi, Download Manual Book Gratis, Organisasi Radio Amatir Indonesia, Belajar Menjadi Anggota ORARI, Buku Manual, Antena, iQSO eQSO, Google Talk, YC1YYK
..... Baca selengkapnya .....

Kamis, 20 November 2008

Membangun stasiun radio amatir

Menyambut keinginan OM Legowo YC1TOM, dibawah ini ada artikel sederhana mengenai membangun sebuah stasiun radio amatir.

Hal hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam membangun sebuah stasiun amatir radio antara lain adalah :

• Environtmen / propogation
Beberapa elemen dari alam sekitar kita sangat mempengaruhi kualitas stasiun radio kita. Menentukan lingkungan yang baik dapat didapat dengan cara yang sederhana, yaitu menggunakan handy transceiver, berjalan disekeliling area, dan cari signal terbesar yang bisa diterima dari stasiun yang sama. Penggunaan Field Strength Meter juga bisa membantu mencari titik terbaik dimana kita akan mendirikan antenna. Perlu juga diperhatikan, beberapa material dapat berfungsi sebagai reflector RF, sehingga akan memperlemah signal di satu arah dan menguatkan arah di sebaliknya.

• Altitude
Ketinggian suatu stasiun amatir radio sangat dominan dalam mencapai suatu transmisi RF yang baik. Di VHF, seperti yang di “amin”-i oleh YB1TAM berlaku hukum line of sight, dimana signal akan berjalan lurus dengan pandangan mata ( sejajar dengan bumi ), sehingga semakin pendek suatu statsiun radio, akan semakin banyak mengalami pelemahan signal akibat redaman redaman bangunan, gunung dan sebagainya. Hal ini biasanya disiasati dengan meninggikan antena. Semakin tinggi akan menghasilkan jarak jangkau yang lebih jauh.

• Coaxial cable
Fungsi dari kabel adalah menghantarkan RF dari pemancar ke antenna. Hitungan pada kabel, salah satunya adalah pelemahan / atenuasi. Satuan dari pelemahan pada kabel adalah db per meter, artinya, semakin panjang, akan semakin besar pelemahannya. Beda type kabel juga memberikan hasil yang berbeda. Kabel yang digunakan untuk RF amatir radio menggunakan kabel dengan impedansi 50 ohm. Pelemahan pada kabel juga tergantung pada frequency kerjanya. Data kabel coax yang biasa digunakan dapat dilihat di bawah :


Velocity Factor digunakan untuk tuning kabel ( perhitungan lambda pada kabel coax ), dimana secara electrical, 1 lambda adalah ( 300 / f ) * Velocity Factor.

Apa efek pelemahan pada kabel ?
Tabel dibawah menujukkan pelemahan atau penguatan


Kabel Heliax saat ini banyak di minati karena lossesnya yang rendah. Gambar heliax dapat dilihat dibawah.



• Antenna
System Antena sangat vital dalam dunia amatir radio. Oleh karena itu, sampai saat ini masih banyak amatir radio yang bereksperimen antenna.
Ada 2 macam antena yang umum digunakan. Yang pertama adalah omni directional ( memancar keseluruh arah ), yang kedua adalah directional ( bi-directional ~ dua arah, dan single directional) Hal yang penting dari antenna adalah dB gain. Semakin besar dB gain, dengan power yang sama akan semakin jauh jarak didapat.
Antena jenis omni, memancarkan RF ke seluruh arah secara horizontal. Sedangkan antenna pengarah / directional, hanya mengarah sesuai dengan arah antena. Gain yang didapat dari sebuah antenna pengarah tergantung dari elemen elemen director dan reflektornya. Semakin banyak jumlah directornya, semakin besar dB gain yang didapat.
Apa yang didapat dari sebuah dB gain ? kita bisa lihat di tabel kabel di atas. Perhitungan pelemahan pada kabel adalah berbanding terbalik dengan penguatan antena ini.

Dari table diatas didapat, sebagai contoh antenna dengan dB gain 10, akan melipatgandakan power input sebesar 100 Watt, secara teoritis menjadi 1.020 watt. Dahsyat bukan ?

SWR ( Standing Wave Ratio ) adalah suatu nilai perbandingan antara power in dan power balik. Semakin besar nilai SWR berarti semakin buruk system antenanya. Nilai ideal adalah 1:1. Nilai aman dari SWR sebaiknya tidak melebihi 1 : 1,5.

Dalam desain, penggunaan software MMANA yang dapat didownload gratis disini
Penjelasan lebih detail mengenai penggunaan software MMANA dapat dilihat disini

Untuk setup antena, penggunaan antenna analyser akan lebih mempermudah. Salah satu antenna analyzer yang cukup handal adalah MFJ 269



• Transceiver
Yang paling sering dilakukan seorang amatir radio di Indonesia adalah menaikkan power output transceiver. Biasanya dengan menggunakan penguat linier ( linier amplifier ) atau booster. Padahal, menaikkan power tanpa diimbangi system kabel dan antenna yang baik adalah tindakan in-effisiensi. Mengurangi looses kabel dan menggunakan antena dengan dB gain tinggi akan jauh lebih effisien .
Hal penting dari suatu transceiver adalah sensitifitas dan selektifitas. Semakin sensitif penala, seharusnya diimbangi dengan selektifitas yang baik. Kalau tidak, dia akan direpotkan dengan splatter.
Penggunaan RF gain akan sangat membantu operator untuk mengarahkan antenanya, atau menganalisa kedekatan pemancar kuat signal lawan bicaranya. Disamping itu biasa digunakan untuk memfilter hanya signal yang besar saja yang bisa masuk.
Saat ini, transceiver yang paling popular dalam hal ini adalah Kenwood TR9130




• Accessories
Penggunaan konektor yang baik diyakini akan meminimalisir losses pada system transmisi. Konektor tipe N banyak digunakan


Untuk operator yang suka melanglang buana, penggunaan SWR tuner akan membuat lebih aman hamshack nya. Daiwa CN 919 adalah salah satu pilihan untuk VHF



• Administratif
Setiap amatir radio wajib mencatat kegiatan operasi dalam logbook. Saat ini, penggunaan logbook elektronik menjadikan pencatatan lebih efisien. Software yang biasa digunakan untuk logbook adalah N1MM yang bisa didownload disini . Selain itu, MixW juga dapat berfungsi sebagai loger yang berfungsi juga sebagai software digital mode. Software MixW dapat didownload disini . Untuk contest, biasanya kita perlu meng export ke format cabrillo

• Others.
Perhitungan mengenai penguatan dan pelemahan pada system kabel dan antenna dapat dilihat disini
Tag : ORARI, Amateur Radio, Antenna Radio Amatir, Indonesia, Banten, Tangerang, Komunikasi, Download Manual Book Gratis, Organisasi Radio Amatir Indonesia, Belajar Menjadi Anggota ORARI, Buku Manual, Antena, iQSO eQSO, Google Talk, YC1YYK
..... Baca selengkapnya .....

Jumat, 14 November 2008

Fitur ORARI ~ Digital Mode

Digital mode adalah salah satu fitur yang sudah ada cukup lama. akan tetapi tidak banyak yang memanfaatkan karena relatif lebih membutuhkan ketrampilan yang berbeda. Padahal, kalau dicermati lebih serius sedikit, tidaklah terlalu sulit untuk dicoba.
Software yang umum digunakan adalah MixW yang bisa didownload gratis disini. Banyak contoh rangkaian interface yang bisa digunakan, diantaranya adalah


Rangkaian tersebut diatas untuk switching ke PTT, dimana ada yang menggunakan transistor dan ada yang menggunakan optocopler.
Selain switching, ada 2 kabel lagi yang harus dikoneksi, yaitu dari speaker di komputer disambung ke input microphone di transceiver dan dari speaker transceiver di sambung ke mic di komputer. Level di kedua belah perangkat diatur secukupnya sehingga bisa ditangkap oleh masing masing.
Setting di komputer disesuaikan dengan port mana yang digunakan. Untuk laptop yang tidak ada serial port nya, dapat menggunakan usb to serial converter. Yang sudah dicoba dan bisa berfungsi adalah merk ATEN. Jangan lupa untuk install drivernya dulu.
Mode yang sering digunakan adalah BPSK31 dan RTTY. Frekuensi yang sering digunakan di 15 meter adalah 21.070 MHz.

Artikel dibawah ini cukup memberikan gambaran mengenai digital mode
PTT to Computer Information
Get your own at Scribd or explore others:

Tag : ORARI, Amateur Radio, Antenna Radio Amatir, Indonesia, Banten, Tangerang, Komunikasi, Download Manual Book Gratis, Organisasi Radio Amatir Indonesia, Belajar Menjadi Anggota ORARI, Buku Manual, Antena, iQSO eQSO, Google Talk, YC1YYK
..... Baca selengkapnya .....